Kehidupan Bayi di 6 Bulan Pertamanya

Standar

Jakarta, Bayi usia 0-6 bulan mengalami banyak perubahan dalam kehidupannya dibandingkan periode pertumbuhan lainnya. Apa saja yang terjadi pada bayi baru lahir hingga usia 6 bulan pertama?

Pada periode 6 bulan pertama perubahan yang terjadi seperti berat badan bayi meningkat, mengalami kemajuan dalam tingkah lakunya, kematangan proses berpikir bayi serta mulai bisa memberikan tanggapan terhadap refleks tertentu.

Seperti dikutip dari The Baby Book karangan William dan Martha Sears, Kamis (11/2/2010), inilah perkembangan yang terjadi di 6 bulan pertama kehidupan si bayi, yaitu:

Bulan Pertama
Pada tahap ini bayi hanya membutuhkan lengan ibu untuk menggendongnya. Ketika bermain dengan bayi yang baru lahir ototnya akan terasa seperti pegas, yaitu saat mencoba membuka genggaman tangan secara otomatis akan kembali seperti semula.

Selain itu suara berderak yang timbul disekitar lutut dan siku adalah normal, karena ikatan persendiannya seperti karet dan masih longgar. Jika bayi mudah terkejut, gendonglah ia dengan kain atau selimuti sehingga gerakan otot yang tersentak teratur kembali.

Bayi yang baru lahir lebih suka mendengar suara ibunya dibandingkan ayah. Bayi yang tidur memiliki kemampuan memblokir suara-suara yang dapat mengganggunya.

Kebanyakan gerak bayi yang baru lahir dilakukan secara refleks dan bayi bertingkah laku sebelum berpikir. Pada saat ini juga perkembangan penciuman bayi berkembang pesat, bayi bisa mengenali orang-orang disekitarnya terutama ibu melalui baunya. Senyuman bayi menandakan perasaan senang di dalam hatinya.

Bulan Kedua
Bulan kedua adalah saatnya si bayi menampilkan dirinya sendiri. Bayi mulai membuka tangannya untuk menyapa, membuka mata untuk memperluas penglihatannya serta melebarkan mulutnya untuk tersenyum atau mengeluarkan suara. Bayi akan sangat tertarik dengan mimik wajah sehingga ia cenderung untuk menirunya. Karena pada usia ini bayi mulai menunjukkan minatnya pada dunia luar karena sudah dapat melihat lebih jelas dibanding sebelumnya.

Bayi berusia 2 bulan lebih mudah dimengerti, bayi akan seringkali tersenyum yang sebaiknya dibalas pula oleh senyuman ibunya serta tangisannya mulai terpola dan memberi isyarat tertentu. Si kecil juga sudah mulai menunjukakn suasana hatinya melalui suara dan sikap tubuh. Suara yang dikeluarkan adalah “uh” atau “ah” diikuti senyum yang mengembang.

Genggaman tangan yang erat mulai mengendur dan jari tangannya mulai terbuka. Bayi suka menggenggam sesuatu baik mainan atau tangan ibunya, untuk melepaskannya bisa dengan mengelus punggung tangan bayi. Gerakan tangan bayi memang belum terarah dengan baik, karenanya orangtua tetap harus waspada.

Bulan Ketiga.
Lengan dan kaki bayi mulai mengendur dan menjadi rileks. Saat usia ini tangan bayi sangat terampil dan kekuatan menggenggamnya bertambah, semakin mudah dan ringan objek yang pegang akan semakin lama digenggamnya maka tak jarang rambut atau pakaian ibu kena genggaman si kecil. Selain itu bayi akan memperhatikan secara detail setiap objek yang dilihatnya.

Bayi cenderung mulai bisa mengeluarkan suara lebih lama dengan vokalisasi yang lebih kencang. Cobalah untuk membaringkan bayi pada posisi telungkup dan mengajaknya berbicara, ini berguna untuk membantunya memperkuat otot agar dapat mengangkat kepalanya. Bayi akan mengangkat kepalanya setinggi 45 derajat dan mengikuti percakapan visual empat mata, bayi mulai bisa menahan kepalanya untuk beberapa saat.

Posisi lainnya adalah menggendong bayi dalam posisi berdiri dengan menyandarkan dadanya di dada sang ibu. Sebagian besar bayi lebih suka diletakkan di lantai untuk menikmati permainan bebasnya. Selain itu bayi juga mulai mempelajari gerakan sebab-akibat karena otaknya sudah mulai berkembang.

Bulan Keempat
Usia ini disebut dengan tahap interaktif, karena kemampuan bayi bersosialisasi, berbicara dan bergerak sudah lebih matang. Bayi memiliki kemampuan penglihatan binokular yaitu dapat menggunakan kedua matanya, memiliki pandangan yang jauh serta mampu menilai secara akurat jarak antra mata dan obyek yang dilihat. Kepala bayi akan mengikuti gerakan mata sehingga keduanya bergerak secara bersamaan.

Selain itu bayi juga mulai aktif memainkan tangannya dengan cara membuat kepalan dan mengisap jarinya untuk mengurangi gusi yang sakit saat tumbuh gigi. Gerakan bayi mulai meningkat yaitu bayi dapat berguling dari telungkup ke telentang atau sebaliknya dengan usaha sendiri. Pada usia 4 bulan bayi mulai merasa tidak nyaman karena sudah ada tanda-tanda tumbuh gigi seperti air liur menetes, mengisap jari atau memainkan puting ibunya.

Bayi suka sekali dengan permainan yang menyenangkan seperti cilukba, bermain dengan jari dan cermin atau kitik-kitik. Tiga posisi yang terjadi di usia 4 bulan adalah kepala dan dada yang terangkat, duduk dengan bertopang serta berdiri untuk pertama kali.

Bulan Kelima
Usia 5 bulan bayi mulai bisa memegang satu benda dengan menggunakan tanganya serta dapat menjangkau barang yang jaraknya hanya sepanjang lengannya. Benda yang dipegangnya akan berpindah ke tangan yang satu atau masuk ke mulutnya. Aktivitas yang disenangi bayi 5 bulan adalah gerakan kapal terbang, yaitu bayi tengkurap sambil mengepakkan tangannya, mengayuh kaki serta menggoyangkan perutnya.

Bulan lalu bayi hanya bisa mengangkat kepala dan dada, tapi sekarang bayi sudah bisa mengangkat seluruh sikunya. Jika bayi sedang dipangku, maka ia suka menunduk dan menjulurkan lehernya untuk memegang dan bermain dengan kakinya. Dan bayi bisa duduk sendiri tanpa ditopang atau bersandar, kemampuannya ini memungkinkannya untuk duduk sendiri di kursi bayi.

Permainan yang menarik adalah dengan menggunakan guling kecil. Tengkurapkan bayi di atas guling kecil sambil memegang kakinya atau membaringkan bayi di atas guling kecil akan membantu melatih batang tubuh, kepala dan jangkauannya.

Bulan Keenam
Bayi usia 6 bulan mulai belajar untuk duduk sendiri dengan cara menjaga keseimbangan tubuh pada bokongnya yang bulat sambil menjulurkan lengannya ke depan sebagai penyeimbang. Jika sudah bisa maka bayi akan menggunakan kepala dan lengannya untuk bermain-main. Bayi biasanya masih sulit untuk membetulkan posisinya jika ia jatuh, karenanya letakkan bantal atau benda yang empuk disekelilingnya dan bayi lebih suka belajar duduk saat ditinggal sendiri.

Pada usia ini bayi dapat mengangkat sedikit tubuhnya dari lantai dan mulai belajar untuk merangkak. Cobalah letakkan agak jauh mainan yang dapat menarik perhatiannya, maka bayi akan berusaha untuk menekan jari kaki dan tangan serta berusaha untuk mengambilnya dengan cara merangkak. Pada saat baru belajar bayi hanya mampu bergerak 2-3 langkah.

(ver/ir)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s