Menentukan Pola Belajar melalui Sidik Jari

Standar

detikcom – Jakarta, Setiap anak memiliki pola belajar yang berbeda-beda. Jika pola yang dterapkan tidak sesuai dengan karakter si anak maka anak akan sulit untuk menerima pelajaran. Tapi pola belajar anak bisa ditentukan berdasarkan analisis sidik jari si anak.

“Tak jarang orangtua memaksakan anaknya mengikuti les yang tidak diminati anak. Jika orangtua tidak bisa mengenali potensi bakat, motivasi, karakter dan gaya belajar anak maka akan sulit untuk memberi stimulus dan pengarahan yg tepat,” ujar Andrian Benny Hidayat, Direktur Psycho-biometric Lab R&D Talent Spectrum & DIC Fingerprint Analysis, dalam acara kenali gaya belajar yang cocok untuk anak melalui analisa sidik jari di wisma BPPT, Jln Sudirman, Jakarta, Sabtu (6/3/2010).

Andrian menambahkan analisa sidik jari ini adalah sebuah metode pengukuran dengan cara pemindaian (scanning) sidik jari anak untuk mengetahui gaya bekerja otak yang paling dominan dan berkaitan dengan bakat, karakter dan gaya belajar anak. Karena pengenalan bakat anak merupakan investasi modal awal untuk membantu meraih cita-cita si kecil.

Berdasarkan penelitian oleh ahli dermatoglyphics dan neuro-anatomy didapatkan bahwa pola sidik jari bersifat genetis dan telah muncul saat janin dalam kandungan berusia 13-24 minggu.

“Analisis sidik jari tidak mengungkapkan kecerdasan seseorang, tapi hanya mengungkapkan potensi yang ada dalam diri si anak. Dengan pengarahan yang tepat maka bisa meningkatkan kecerdasannya,” ujar Andrian yang lahir di Australia 35 tahun lalu.

Dengan analisis sidik jari dapat diketahui apakah pola belajar anak termasuk yang visual (melihat), auditori (mendengar) atau kinestetik (sentuhan dan gerakan).

A. Gaya belajar visual

Cenderung menggunakan indera penglihatan

Lebih suka membaca

Peka terhadap warna

Duduk tenang saat belajar di tengah situasi yang ribut

Biasanya akan melihat orang lain terlebih dahulu sebelum bertindak.

Kendalanya

Tak suka berbicara di depan umum

Kurang mengingat info yang diberikan secara lisan.

Cara menstimulasinya

Memintanya untuk membayangkan objek yang sedang dipelajari

Meningkatkan motivasi serta percaya dirinya.

B. Gaya belajar auditory

Mudah ingat dari apa yang didengarnya

Senang dibacakan

Mudah mempelajari bahas asing

Dapat membaca dengan baik sehingga ia bisa mengingat dengan baik apa yang baru dibacanya karena secara otomatis ia mendengarkan suaranya sendiri.

Kendalanya

Cenderung banyak omong

Tak bisa belajar dalam suasana ribut

Kurang tertarik memperhatikan hal-hal baru di lingkungan sekitarnya.

Cara menstimulasinya

Bisa dengan melibatkannya dalam kegiatan diskusi

Melakukan review secara verbal

Memberinya pujian secara lisan.

C. Gaya belajar kinestetik

Gemar menyentuh sesuatu yang dijumpainya

Menggunakan objek nyata sebagai alat bantu belajar

Banyak gerakan fisik dan koordinasi tubuh yang baik

Saat membaca menunjuk kata-katanya dengan jari tangan

Unggul dalam olahraga dan keterampilan tangan

Menggunakan gerakan tubuh saat mengungkapkan sesuatu.

Kendalanya

Sulit mempelajari hal yang abstrak

Anak tak bisa duduk diam saat belajar

Energinya cukup tinggi sehingga jika tak disalurkan dapat berpengaruh pada konsentrasi belajarnya.

Cara menstimulasinya

Bisa dengan belajar di sekolah yang menganut sistem active learning

Belajar dengan menggunakan model peraga

Bebaskan beraktifitas sebelum belajar

Berikan reward dengan memberinya kesempatan untuk melakukan kegiatan yang disukainya.

“Selain pola belajar yang tepat ada juga faktor lain yang dapat mempengaruhi yaitu motivasi, lingkungan dan juga guru yang mengajar,” ujar Andrian.

Andrian menceritakan ada murid yang memiliki bakat musik tapi nilai musiknya selalu jelek. Ternyata setelah diselidiki ia tidak suka dengan gurunya.

“Dengan memahami potensi bakat anak, kita sebagai orangtua dapat tahu cara terbaik yang bisa ditempuh anak untuk mencapai prestasinya. Selain itu bakat yang lebih kuat dapat dikembangkan dengan tenaga dan biaya serta waktu yang lebih efisien,” tambahnya.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s