Susu Anak

Standar

Kali ini kita akan menyimak bersama dunia seputar botol susu, bagaimana cara memilih, menggunakannya, hingga membuai buah hati saat menenggak susu dari dalam tabungnya. Kita ikuti perjalanan mengenal dunia dalam botol susu berikut ini yuk.

Bahan

Bingung memilih botol susu bayi? Mau yang berbahan gelas atau plastik ya? Tenang saja, bayi ibu pasti akan memberikan petunjuk botol mana yang sebenarnya ia inginkan. Beberapa pertimbangan, bahan plastik lebih ringan dan tahan pecah, namun beberapa orang tua ingin menghindari bahaya kimia dari BPA yang terdapat dalam beberapa botol plastik. Solusinya: pilih botol plastik bebas BPA.

Pentil

Kebanyakan pentil dibuat dari silikon atau lateks dan bentuknya pun bermacam-macam. Ada yang berlubang kecil sehingga daya alir susu rendah. Untuk ini, mungkin ibu perlu mencoba beberapa bentuk pentil untuk cari tahu mana yang paling disukai si kecil. Selalu periksa keadaan pentil, dan segera ganti yang baru jika pentil dalam keadaan rusak (atau luntur warna) agar buah hati tak tersedak.

Waktunya steril

Sebelum menggunakan botol bayi atau pentil (pertama kalinya), sterilkan lebih dulu dengan merendamnya dalam air mendidih selama 5 menit. Setelah itu, ibu boleh mencuci botol dan pentilnya dengan sabun dan air hangat, baik dengan tangan atau mesin pencuci piring, setiap kali ibu menggunakannya.

Setia pada ASI/ susu formula

Untuk bayi baru lahir, berikan hanya ASI atau susu formula saja, bukan air atau jus. Campur susu formula seperti aturan pemakaian yang tertera. Menambahkan air terlalu banyak pada susu hanya akan mengurangi jumlah nutrisi yang seharusnya diterima bayi. Sebaliknya, kurang air juga bisa melukai dinding lambung bayi dan ginjalnya yang masih lemah.

Memilih susu formula

Kebanyakan orang tua memilih susu yang berasal dari sapi. Formula kedelai dan formula hypoallergenic sebenarnya juga bisa jadi pilihan sehat. Yang penting, untuk bayi usia kurang dari 1 tahun, pastikan ibu menggunakan susu formula yang dibentengi dengan kandungan zat besi.

Menghangatkan susu

Tak menjadi masalah memberi bayi minuman susu bersuhu kamar. Namun, jika ia lebih suka susu hangat, maka rendam setengah/ dua pertiga bagian botol terisi susu dalam air hangat atau hangatkan botol di bawah air hangat mengalir selama 1-2 menit. Hindari menghangatkan botol dalam microwave, kondisi yang terlalu panas bisa membakar mulut bayi. Kocok susu dan teteskan sedikit ke tangan untuk mengetes suhunya. Jangan teteskan di pergelangan tangan sebab area ini kurang sensitif terhadap panas.

Posisi bayi

Pasang kain alas dada pada bayi dan siapkan saputangan untuk membersihkan tumpahan susu. Sekarang, buai buah hati dengan posisi kepala sedikit lebih tinggi dari badannya. Pegang botol dalam kendali ibu agar bayi tak tersedak. Selain itu, cara ini juga untuk menghambat timbulnya gas ekstra atau kerusakan gigi, dan ibu juga bisa memanfaatkan waktu membuai untuk menjalin ikatan khusus dengan bayi. Dengan ini juga, ibu bisa tahu apakah bayi sudah kenyang atau belum. Jika bayi memperlambat proses minumnya, maka cobalah untuk menepuk punggungnya agar ia bersendawa.

Sudah selesai sayang?

Si kecil pasti akan ‘memberi tahu’ ibu kapan saatnya ia selesai minum. Dia akan melakukan berbagai aksi seperti berhenti menyedot, mengelak dari botol, atau mendorong botolnya jauh-jauh. Ibu mungkin ingin memberi dia kesempatan untuk berubah pikiran, namun jangan paksakan dia untuk menghabiskan sisa susu yang ada.

“Bersendawa dulu ya sayang”

Jika bayi membutuhkan waktu untuk bersendawa, selama atau setelah minum, pegang ia di pangkuan atau sandarkan di atas bahu. Tepuk atau gosok punggungnya perlahan. Ibu juga bisa membaringkan bayi dengan posisi perut menghadap ke bawah, dan menyangga kepalanya, selagi Ibu menepuk punggungnya. Si kecil mungkin akan memuntahkan sedikit susu, jadi selalu sediakan alas kain di pangkuan atau bahu. Jika dia tak bersendawa setelah beberapa menit namun tetap tampak baik-baik saja, maka jangan khawatir. Tak semua bayi bersendawa setelah minum.

Berapa lama susu layak disimpan?

Untuk susu formula yang tersisa dalam botol harus segera dibuang. Untuk kemasan formula cair yang atau campuran bisa masih bisa digunakan untuk 48 jam ke depan asal disimpan dalam lemari es. Jika lebih dari 2 hari, segera buang. ASI yang dipompa juga harus disimpan dalam lemari es, dan hanya bisa bertahan sehari saja. Jika dibekukan, ASI bisa bertahan hingga 4 bulan untuk standard freezer, atau 6-12 bulan untuk freezer yang lebih dingin.(kpl/*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s