Mengatasi Obesitas pada Anak

Standar

OBESITAS adalah permasalahan berat badan yang sering ditemui pada anak-anak. Menurut dr Endang Peddyawati MS SpGK, obesitas adalah penimbunan jaringan lemak tubuh secara berlebihan.
Secara klinis obesitas dapat dikenali karena mempunyai tanda dan gejala yang khas antara lain wajah membulat, pipi tembam, dagu rangkap, leher relatif pendek, dada menggembung dengan payudara membesar yang mengandung jaringan lemak, perut membuncit, dinding perut berlipat-lipat serta kedua tungkai umumnya berbentuk X dengan kedua pangkal paha bagian dalam saling menempel dan menyebabkan lecet. Pada anak laki-laki, penis tampak kecil karena terkubur dalam jaringan lemak suprapubik.

Cegah dan Atasi Obesitas

– Kurangi mengonsumsi makanan cepat saji, makanan ringan dalam kemasan, minuman ringan, camilan manis atau makanan dengan kandungan lemak tinggi.

– Biasakan anak untuk sarapan, agar energi yang terkuras saat belajar di sekolah terpenuhi sekaligus mencegah makan berlebihan pada siang hingga malam harinya.

– Jangan terlalu banyak menggoreng makanan agar tidak terlalu banyak lemak yang dikonsumsi. Moms bisa mengukus, merebus atau memanggang makanan agar makanan lebih sehat.

– Biasakan anak makan di meja makan BUKAN di depan televisi atau komputer. Banyak orang tidak menyadari berapa banyak makanan yang sudah disantapnya bila ia makan sambil menikmati tayangan televisi atau di depan komputer.

– Batasi kegiatan menonton televisi, video game atau penggunaan komputer! Kegiatan ini membuat anak malas bergerak.

– Lakukan kegiatan yang memerlukan aktivitas fisik, namun tekankan pada aktivitasnya bukan olahraganya! Aktivitas bermain bebas seperti petak-umpet, tarik-tambang, lompat tali bisa menjadi cara jitu membakar kalori dan meningkatkan stamina.

Underweight

Kelebihan berat badan memang tak baik. Sebaliknya, kekurangan pun tetap memiliki dampak negatif. Berat badan merupakan salah satu parameter pertumbuhan seorang anak, di samping faktor tinggi badan.

Menurut dr. Rusmala Deviani, SpA, fisik anak dikatakan kurus tak hanya berdasarkan berat badan saja tapi juga tinggi badan. Ada dua hal penting yang menyebabkan anak disebut kurus, yaitu kurus karena berat badannya kurang (menurut usia) sementara tinggi badannya sesuai atau kurang menurut usia. Kedua, kurus karena tinggi badannya lebih (menurut usia) sementara beratnya cukup (menurut usia).

“Anak kurus pada kriteria kedua bisa dikatakan sehat. Sedangkan anak kurus yang pertama dikatakan tak sehat karena berat badan dan bahkan tingginya pun kurang atau tak sesuai menurut umur,” papar Rusmala.

Kendati kurus, berat badan anak harus naik setiap bulannya sesuai dengan umur. “Nah yang jadi masalah kalau anak kurus, beratnya tak naik-naik. Ini harus dicari penyebabnya. Bisa karena asupan nutrisinya kurang, aktivitas anak berlebih meski asupannya cukup dan bisa juga karena ada penyakit yang melatarinya sehingga asupan makanannya kurang,” imbuh Rusmala.

Trik Menaikkan Berat Badan Anak

Untuk membuat anak kurus menjadi gemuk, sangat bergantung penyebabnya. Bila lantaran penyakit maka harus disembuhkan dulu penyakitnya. Umumnya setelah sembuh, nafsu makannya akan membaik sehingga anak tak sulit makan.

Jika berat badannya tak kunjung naik berarti asupan makanannya tak memenuhi kebutuhan. “Selain itu pola makan, jadwal pemberian makan dan cara pemberiannya berpengaruh. Dalam hal jadwal makan harus diperhatikan waktunya. Ingat, perut anak kosong setiap 3-4 jam. Biasanya pemberian makan berkisar tujuh kali sehari yang terdiri tiga kali makanan padat dan selebihnya susu untuk anak usia 1 tahun ke atas. (Sumber: Mom & Kiddie)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s