Memulai Bisnis dengan Franchise

Standar

Tahun 2009 baru saja kita mulai. Tahun yang menurut penanggalan China masuk tahun kerbau ini diprediksi bakal memerlukan kerja keras untuk melewatinya. Masuk akal memang, faktanya krisis global berpengaruh pada ekonomi kita. Kendati menurut prediksi beberapa lembaga dunia, pengaruh krisis bagi Indonesia tidak akan separah negara Asia lainnya di luar China dan India, pelambatan ekonomi kita mulai terasa pada kuartal IV/2008 dimana ekonomi Indonesia bertumbuh minus. Para ekonom, juga tim ekomomi pemerintah, yakin 2009 ini secara tahunan masih akan tumbuh dalam kisaran 3.5%. Ditengah penurunan daya beli masyarakat, pelaku bisnis tentu saja akan berhitung lebih cermat untuk mempertahankan bisnisnya. Lalu bagaimana dengan yang akan memulai bisnisnya tahun ini? Ya, harus extra dalam merencanakan bisnisnya.

Bagi yang merencanakan untuk memulai bisnis tahun ini, pemilihan bisnis menjadi pijakan sangat penting. Bagi yang sudah memiliki bisnis maka akan memiliki keuntungan pengalaman untuk mengembangkan atau memulai bisnis baru. Namun, jika berbisnis merupakan sesuatu hal yang benar-benar baru maka tidak ada salahnya untuk mengambil berbisnis dengan cara franchise (waralaba) sebagai salah satu alternatif. Dan ingat, memulai bisnis di tahun kerbau ini secara umum akan lebih sulit dibandingkan tahun 2008, bahkan 2007.

Apa itu Franchise?
Definisi ringkas yang dikutip dari wikipedia menyatakan Franchising (french for honesty and freedom) is a method of activity where “franchisor” certificates of good practices, how to do business with a “franchisee” in exchange for a payment, taxes and a percentage of turnover or profits.
Sederhananya, franchise dapat diartikan sebagai salah satu bentuk model kerjasama bisnis dimana terdapat dua pihak yang terlibat langsung dalam model bisnis ini, yakni franchisor (pemberi waralaba, pewaralaba) dan franchisee (penerima waralaba atau terwaralaba). Sistem bisnis yang ditawarkan tentu saja harus telah terbukti sukses dijalankan oleh franchisor. Nah untuk kepentingan ini, pihak regulator (pemerintah) telah mengatur bisnis franchise dengan menetapkan berbagai aturan yang diantaranya model bisnis yang diwaralabakan harus sudah terbukti teruji dan beberapa aturan lain yang pada dasarnya memberi perlindungan pihak franchisee.

Keuntungan dan kerugian berbisnis dengan waralaba

KEUNTUNGAN
Memulai bisnis dengan cepat

Karena sistem bisnis yang diwaralabakan telah teruji dan memiliki merek yang sudah dikenal, maka pihak terwaralaba dapat memulai bisnis tanpa harus dari nol. Secara praktis, sistem yang diwaralabakan dapat diduplikasi oleh terwaralaba. Franchisor akan membantu dalam pemilihan lokasi, perijinan, rekrut pegawai, operasi, pelaporan, sistem computer dan juga pemasaran. Terwaralaba juga berhak menggunakan merek yang dimiliki oleh pewaralaba yang biasanya sudah dikenal oleh konsumen. Dukungan sistem dan penggunaan merek inilah yang membuat terwaralaba dapat memulai bisnis dengan cepat. Namun tetap perlu diingat bahwa ini semua bukan jaminan bahwa bisnis Anda akan berhasil.

Kemudahan Ekspansi

Dengan system franchise Anda dapat membuka bisnis lebih dari satu gerai sekaligus. Dengan memulai bisnis sendiri, untuk membuka lebih dari gerai tentu akan memakan waktu lebih lama. Ingat, learning curve tetap berlaku dalam berbisnis.

Training dan riset
Pewaralaba biasanya menyiapkan pelatihan bagi terwaralaba beserta karyawannya. Pelatihan disiapkan secara berkesinambungan meskipun pada beberapa franchisor pelatihan-pelatihan ini tidak semuanya diberikan gratis. Franchisor biasanya juga telah memiliki tim riset untuk pengembangan bisnis yang dapat dimanfaatkan oleh franchisee.

KERUGIAN
Namun demikian, disamping keuntungan-keuntungan diatas bisnis franchise juga menyisakan kerugian bagi franchisee, diantaranya

Kontrol & inovasi
Karena bisnis menggunakan sistem yang telah diberikan oleh franchisor maka franchisee tidak memiliki kontrol maksimal atas bisnisnya. Namun demikian pihak franchisee dapat melakukan audit atas semua laporan-laporan yang diterbitkan sesuai perjanjian. Ketersediaan laporan dan data-data bisnis sangat disarankan tercantum secara jelas dalam perjanjian.
Penggunaan sistem dari franchise ini juga tidak cukup memberi ruang bagi franchisee untuk melakukan inovasi-inovasi bisnisnya. Beberapa peluang yang masih dapat ditempuh adalah mengusulkan kepada franchisor inovasi-inovasi tersebut.

Penentuan barang/jasa dan harga

Biasanya barang/jasa sudah ditentukan oleh franchisor begitu juga harganya, ini dimaksudkan untuk mempertahankan standar layanan antara semua gerai dalam jaringan pada suatu area tertentu. Di sisi lain, tidak semua gerai dalam jaringan tersebut memiliki lingkungan bisnis yang selalu sama sehingga. Dalam banyak kasus franchisee merasa barang/jasa dan harga yang ditetapkan tidak terlalu sesuai dengan gerainya. Hal ini akan sangat dibutuhkan pada gerai-gerai yang lokasinya berdekatan dengan kompetitor.

Potensi Konflik

Kunci untuk menghindari konflik antara franchisor dan frachisee terletak pada perjanjian waralaba diantara keduanya. Konflik ini bisa berawal dari salah satu pihak dan saling merugikan. Franchisee bisa saja tidak menerima paket bisnis seperti yang dijanjikan, namun di sisi lain franchisor mungkin dirugikan karena penyimpangan operasional gerai sehingga mempengaruhi reputasi merek.

Perkembangan Franchise di Indonesia
Kini, informasi tentang franchise begitu mudah didapat dari internet, koran bahkan ada majalah khusus tentang franchise. Informasi franchise dapat juga didapat dari pameran franchise yang belakangan makin sering diselenggarakan di beberapa kota besar di Indonesia. Franchisor menawarkan paket waralaba untuk berbagai sektor industri. Besarnya investasi yang dibutuhkan sangat beragam, dari hanya kisaran puluhan juta (Pecel Ponorogo) hingga milyaran rupiah. Hampir semua franchisor menawarkan paket yang atraktif dan dikemas menarik dengan janji pengembalian modal yang cukup cepat. Nah, persoalannya adalah menentukan waralaba yang sesuai dari sekian banyak tawaran tersebut. Berikut adalah beberapa tip ringkas untuk memulai dan memilih tawaran waralaba.

Jika Anda mendapat tawaran paket franchise dan Anda cukup tertarik, maka harap diingat kredo investasi tetap berlaku high return high risk. Nah, untuk memudahkan Anda, sebelum memilih berbisnis dengan waralaba, sebaiknya diperhatikan beberapa poin berikut :

Bisnis waralaba tetap memiliki risiko gagal.
Sangat disarankan untuk tidak bertindak sebagai investor murni, sebab kendati franchisor menawarkan sistem yang teruji, keterlibatan pemilik menjadi kunci sukses bisnis ini. Beberapa franchisor bahkan menawarkan tingkat keterlibatan investor dalam penawarannya.
Bisnis waralaba merupakan investasi jangka panjang, sehingga Anda tidak boleh menjadikannya sebagai investasi jangka pendek dan keluar jika tidak menguntungkan. Ingat hampir semua investasi yang dibutuhkan harus Anda bayar sebelum bisnisnya berjalan.
Tawaran yang disajikan dalam ilustrasi hanyalah marketing instrument dan bukan menjadi dokumen legal dengan kekuatan hukum.
Untuk membantu Anda memulai berbisnis dengan waralaba, berikut tahapan sederhana yang sebaiknya dilalui :

Bagian 1 : Memilih tawaran waralaba
Bagian ini adalah pijakan awal bisnis Anda. Semua bermula dari bagaimana memilih waralaba sehingga ada baiknya Anda cukup teliti pada tahapan ini.

Tentukan terlebih dahulu jasa yang akan diambil. Dalam hal pemilihan ini waralaba yang menawarkan jasa product life cycle yang panjang dan kebutuhan primer dan sekunder wajib dijadikan prioritas. Yang masuk dalam kategori ini biasanya adalah jasa/barang yang menjadi kebutuhan dalam rentang harian hingga bulanan. Waralaba ini bisa berupa bisnis minimarket, makanan, binatu, gerai pulsa, bengkel, perjalanan, layanan dokumen. Hindari bisnis yang sifatnya hanya musiman.
Kenali terlebih dahulu reputasi franchisor. Ada baiknya jika Anda mendapatkan informasi bukan hanya dari franchisor tetapi juga dari pihak terwaralaba sebelumnya. Mengenali franchisor juga dapat dilakukan dengan verifikasi ke Asosiasi Franchise Indonesia. Jika Anda cukup yakin dengan reputasinya, saatnya untuk melangkah ke tahapan berikut.
Pelajari ilustrasi bisnis secermat mungkin.
o Biasanya franchisor menyajikan ilustrasi ini dengan asumsi-asumsi yang optimis, seperti pada asumsi penjualan. Tidak mencantumkan beberapa biaya seperti perijian, pajak, biaya administrasi. Tanyakan asumsi-asumsi yang digunakan dan biaya-biaya yang belum tercantum pada ilustrasi.
o Franchise, Royalty & marketing fee. Franchise Fee merupakan fee yang ditetapkan oleh franchisor dibayar sekali untuk kurun waktu tertentu (biasanya untuk 3 s/d 5 tahun). Royalty fee merupakan persentase dari pendapatan yang harus disetorkan ke franchisor. Besarnya persentase royalty fee ini sangat beragam, ada yang flat ada juga yang progresif dengan varian cukup banyak. Marketing fee biasanya adalah persentase dari pendapatan yang dikumpulkan oleh franchisor untuk membiayai program-program pemasaran. Ingat, biaya-biaya ini harus tetap Anda bayar meskipun usaha Anda belum menguntungkan. Disarankan untuk memerhatikan komponen biaya ini dalam membuat proyeksi bisnis.
o Dukungan franchisor dalam kelangsungan bisnis franchisee. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah sistem yang ditawarkan, yang meliputi pasokan barang & jasa, sistem komputer, pembukuan, pelatihan. Semua dukungan franchisor harus dipastikan tercantum pada perjanjian waralaba.
Lakukan penyesuaian atas asumsi-asumsi sesuai dengan persepsi Anda. Untuk mudahnya buat asumsi sendiri dengan 3 kategori pesimis (rendah), moderat (sedang), dan optimis(tinggi). Untuk selanjutnya buat proyeksi bisnis dan dapat disajikan dalam proforma laporan keuangan dan rugi-laba sederhana. Untuk keperluan ini dapat disimulasikan dari beberapa variasi asumsi pesimis, moderate, optimis atau gabungan dari ketiganya. Untuk tahap awal, gunakan proyeksi bisnis dengan asumsi pesimis. Hasil proyeksi pesimis ini merupakan tingkat risiko terendah yang mungkin terjadi. Bandingkan dengan ilustrasi yang ditawarkan. Mengetahui perbedaan antara tawaran dan proyeksi pesimis membantu Anda untuk mengukur risiko yang mungkin terjadi. Hasil proyeksi rugi-laba menentukan tingkat pengembalian (payback period) dan imbal hasil (ROI). Untuk memudahkan hitungan, jika ROI hasil proyeksi Anda (bukan dari ilustrasi yang ditawarkan) menunjukkan imbal hasil minimal 5% di atas deposito gross maka tawaran tersebut patut untuk diambil. Angka 5% harus Anda sesuaikan jika modal investasi sebagian dengan dana bank, perhitungkan juga biaya bunga, pajak-pajak yang menjadi kewajiban Anda. Khusus untuk bagian ini akan dibahas di tulisan mendatang. Anda bisa melanjutkan ke langkah 5.
Hitung modal yang diperlukan dan bandingkan dengan kebutuhan modal sesuai penawaran. Biasanya franchisor tidak mencantumkan biaya-biaya seperti sewa tempat usaha, biaya pajak, perijinan, modal kerja, dan biaya-biaya cadangan lainnya. Jika ini merupakan bisnis pertama Anda, sebaiknya jika semua kebutuhan modal didanai dari kas dan bukan pinjaman bank. Penting untuk dilakukan bahwa kebutuhan modal tersebut bukan semua dana kas yang Anda miliki saat ini. Don’t put your eggs in one basket. Idealnya adalah di bawah 50% dari dana kas yang tersedia.
Jika Anda sudah sampai pada langkah ini maka sudah saatnya Anda mengambil keputusan. Inilah langkah yang paling sulit, Intuisi bisnis terkadang diperlukan untuk tahap ini. Dan biasanya pengambilan keputusan ini menjadi lebih kompleks jika Anda mengaitkan dengan faktor di luar bisnis. Misalnya, Anda saat ini memiliki sebuah ruang usaha dan belum termanfaatkan. Jika waralaba yang Anda ambil tidak cocok dengan ruang usaha yang Anda miliki maka sebaiknya jangan dipaksakan. Biasanya franchisor akan membantu untuk menilai kelayakan ruang usaha. Namun, jika memanfaatkan bangunan yang Anda miliki sekarang merupakan keharusan maka Anda harus memulai kembali langkah 1 di atas.
Jika Anda sudah sampai tahapan ini, sudah saatnya Anda mendiskusikan isi kontrak dengan franchisor. Kontrak waralaba sangat penting untuk melindungi kepentingan bisnis Anda, sehingga sebaiknya Anda memahami isi kontrak sebelum Anda mengeluarkan Rupiah untuk persiapan toko. Dalam beberapa kasus, franchisee membahas isi kontrak setelah persiapan bisnis hampir selesai. Jika ini terjadi maka posisi tawar Anda menjadi lemah, dan Anda dihadapkan pada posisi untuk tidak mungkin membatalkan perjanjian mengingat sudah mengeluarkan sejumlah uang. Jika Anda tidak terlalu paham tentang hukum ada baiknya Anda menyewa bantuan konsultan hukum sendiri. Ini yang penting, kebanyakan franchisor yang menentukan notaris dan tentu saja notaris cenderung untuk lebih dekat dengan kepentingan franchisor, meskipun Anda yang membayar biaya notaris tersebut. Dalam perjanjian waralaba, franchisee akan sulit mendapatkan posisi benar-benar seimbang, jadi perhatikan benar isi perjanjian, klausul per klausul. Dan jika semuanya jelas saatnya Anda untuk mulai mempersiapkan bisnis Anda.
Bagian 2 : Persiapan bisnis

Lokasi, lokasi dan lokasi, langkah paling awal dan penting dalam persiapan bisnis adalah menentukan lokasi tempat usaha sesuai kebutuhan bisnis. Anda tidak usah kuatir sebab biasanya franchisor akan menentukan dan membantu survey lokasi untuk menentukan kelayakan usaha Anda. Perlu diingat bahwa biasanya lokasi yang bagus harus didapat dengan uang sewa yang tinggi pula. Dalam banyak kasus tempat sewa usaha mengambil porsi besar untuk usaha Anda. Uang sewa yang tinggi sangat berpengaruh pada tingkat pengembalian usaha. Pastikan Anda melakukan proyeksi sesuai harga sewa yang akan Anda ambil. Anda akan beruntung jika mendapatkan sewa tempat dengan pembayaran per tahun, namun Anda harus memastikan bahwa masa sewa setidaknya selama masa perjanjian Anda. Jangan lupa gunakan jasa notaris untuk sewa menyewa.
Legal dan perijinan. Untuk tidak menyulitkan di kemudian, disarankan agar dokumen-dokumen hukum yang dibutuhkan diselesaikan sebelum usaha dimulai. Bentuk usaha yang dipilih dapat berupa perusahaan perseorangan, CV bahkan PT. Bentuk usaha ini akan berpengaruh pada perpajakan, apalagi pemerintah berencana memberikan diskon pajak penghasilan untuk pengusahan kelas UKM. Sangat disarankan bentuk usaha berupa CV. Perijinan sangat bervariasi sesuai dengan franchise yang diambil, bisa berupa SIUP, TDP, ijin gangguan.
Langkah selanjutnya adalah menyiapkan usaha Anda. Biasanya Franchisor akan membantu Anda. Dukungan franchisor dalam bentuk menentukan desain toko, menentukan pemasok, pelatihan, rekrut karyawan, instalasi sistem komputer, persiapan grand opening.
Grand Opening. Sampai disini Anda sudah menjadi seorang pebisnis.
Bagian 3 : Jalankan dan nikmati bisnis Anda

Pada awal bisnis, luangkan waktu untuk memantau operasional usaha. Untuk franchise dengan investasi besar biasanya Anda sekaligus sudah mempekerjakan staf untuk keseluruhan operasional. Namun demikian karena ini bisnis Anda sendiri, keterlibatan Anda di awal operasi sangat dibutuhkan setidaknya untuk mengetahui lebih dini jika terdapat penyimpangan dari rencana bisnis Anda.
Konsultasikan selalu setiap perkembangan dengan pihak franchisor. Bersama Franchisor Anda disarankan melakukan eavaluasi secara berkala.
Periksa setiap laporan yang diterbitkan baik dari operasional maupun dari sistem franchisor. Franchisor biasanya menawarkan laporan keuangan dalam paket waralabanya. Lakukan audit atas laporan keuangan, Anda bisa menunjuk kantor akuntan untuk hal ini. Namun demikian jika bisnis Anda tidak terlalu besar, audit bisa dilakukan sendiri. Tidak usah kuatir jika Anda tidak cukup memahami akuntasi, Anda cukup fokus pada aliran arus kas baik kas masuk maupun keluar. Periksa bukti aliran kas. Memeriksa laporan keuangan akan mempercepat Anda untuk mengetahui (belajar) bisnis dari sistem franchise ini.
Review terus menerus bisnis Anda. Jika Anda menemukan hal-hal di luar proyeksi bisnis segera konsultasikan dengan franchisor, untuk melakukan langkah-langkah perbaikan. Beberapa franchisor menjadwalkan business review dengan franchisee secara berkala yang dapat Anda dimanfaatkan.
Bisnis bisa dipelajari di bangku kuliah, namun belajar cepat berbisnis adalah dengan melakukannnya sendiri. Selamat memulai bisnis Anda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s