Waspada TBC kebal Obat

Standar

TBC atau tuberculosis, mungkin telah familiar dikenal masyarakat. Tetapi apa sesungguhnya penyakit tersebut?

TBC atau yang kini dipopulerkan dengan sebutan TB (baca; tibi) ini adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman mycobacterium tuberculosis. Sepertiga dari populasi dunia sudah tertular TB. Indonesia sendiri merupakan negara dengan kasus TB terbesar nomor tiga di dunia setelah India dan China dengan jumlah kasus baru mencapai 539.000 per tahun.

Kuman TB ditularkan melalui udara, yakni melalui percikan dahak penderita TB. Ketika seseorang yang sakit TB batuk, bersin, berbicara atau meludah, mereka memercikkan kuman TB atau bacilli ke udara. Sehingga seseorang dapat terpapar dengan TB hanya dengan menghirup sejumlah kecil kuman TB.

Seseorang yang terdianogsa TB dengan status TB BTA (Basil Tahan Asam) positif dapat menularkan sekurang-kurangnya kepada 10-15 orang lain setiap tahun. Sebagian besar pasien TB adalah usia produktif (15-55 tahun). Sedangkan pada bayi atau balita mengidap TB dikarenakan tertular. Pasalnya, TB rentan menular pada seseorang yang imunitasnya rendah.

Sebagai masyarakat yang tinggal di negara pandemi TB, semua orang walaupun merasa sehat berkemungkinan tertular dengan kuman TB, tetapi belum tentu menjadi sakit TB.

Kuman TB dapat menjadi tidak aktif (dormant) selama bertahun-tahun dengan membentuk suatu dinding berupa lapisan lilin yang tebal. Bila sistem kekebalan tubuh seseorang menurun, kemungkinan TB menjadi lebih besar.

Bila seseorang sudah dikonfirmasi medis mengidap TB, dirinya dapat disembuhkan dengan tuntas jika taat minum obat secara tepat dan teratur. Penderita TB diharuskan menjalankan pengobatan hingga tuntas minimal selama enam bulan. Sebab jika tidak, penyakit tersebut akan berubaha menjadi penyakit yang lebih membahayakan bahkan menjadi kebal obat.

Penyakit TB yang kebal obat ini disebut Drugs Resistance Tuberculosis (DR-TB). TB resistan obat ini adalah TB yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis yang telah mengalami kekebalan terhadap Obat Anti Tuberkulosis (OAT).

Penderita DR-TB terbagi empat kategori, yaitu:

1. Mono-resistant TB: resisten terhadap satu obat anti TB.

2. Poly-resistant TB: resisten terhadap lebih dari satu obat, tapi tidak terhadap kombinasi.

3. Multi Drug-resistant (MDR) atau disebut TB MDR: resisten terhadap minimal dua obat anti TB yang dikombinasikan. Yang paling potensial adalah OAT berjenis INH dan Rifampicin secara bersama-sama atau disertai resisten terhadap obat anti TB lini pertama lainnya seperti ethambutol, streptomycin, dan pirazinamide.

4. Extensively Drug Resistant Tuberculosis atau TB XDR: TB MDR yang disertai dengan kekebalan terhadap anti obat TB lini kedua, yaitu golongan fluoroquinolon dan setidaknya satu obat anti TB lini kedua suntikan seperti kanamycin, amikasin, atau capreomycin.

Dari keempat jenis DR-TB, yang paling banyak diidap pasien TB adalah DR-TB jenis MDR. Indonesia berada diperingkat sembilan dari 27 negara dengan beban TB MDR terbanyak di dunia. WHO global report 2011 memperkirakan pasien TB MDR di Indonesia berjumlah 6100.

TB MDR disebabkan oleh penanganan tuberkulosis yang tidak tepat. Salah satunya karena kelalaian pasien menjalankan pengobatan yang tidak dijalankan hingga tuntas.

“Perhatian untuk masyarakat. Jalanilah pengobatan tuberkulosis ini hingga tuntas. Jangan hanya sampai badan terasa lebih enak dari sebelumnya saja. Pada TB biasa, pengobatan dijalankan minimal selama enam bulan. Jika tidak, TB akan kambuh dan bertambah parah menjadi TB MDR yang pengobatannya harus dituntaskan selama 18 hingga 24 bulan,” jelas Kasubdit Penanggulangan Penyakit Tuberkulosis Kementerian Kesehatan, drg Dyah erti Mustikawati MPH pada media workshop mengenai RB MDR di Hotel Acacia, Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s