Janji Jokowi – Ahok 2012-2017

Standar

Selama masa kampanye Pemilihan Kepala Daerah Khusus Ibukota Jakarta, pasangan Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama banyak mengumbar janji. Sejumlah janji bahkan ditegaskan lagi setelah hitung cepat menemukan pasangan didukung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Partai Gerakan Indonesia Raya ini.

VIVAnews mencatat, lebih dari 31 janji dibuat Jokowi-Ahok. Berikut rinciannya:

1. Memimpin Jakarta selama lima tahun;
Pernyataan ini disampaikan Jokowi dalam jumpa pers di kediaman Megawati Soekarnoputri 20 September 2012.

2. Ahok membuka komunikasi langsung dengan telepon, SMS dan e-mail;
Ini adalah janji pribadi calon Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Setiap menemui masyarakat Jakarta, Ahok selalu membagi-bagi kartu nama. Nomor Ahok yang bisa di-SMS atau telepon adalah 0811 944 728. Sementara untuk e-mail: btp@ahok.org.

3. Kartu pintar;
Kartu pintar ini termasuk program 100 hari Jokowi-Ahok. Tujuannya adalah, memberikan kesempatan setiap anak usia sekolah di Jakarta bisa melanjutkan sekolah. “Kami tidak lagi mau mendengar anak orang yang kurang beruntung tidak bisa sekolah,” kata Ahok.

4. Kartu sehat;
Kartu sehat ini diklaim Jokowi-Ahok lebih maju daripada sistem Jaminan Kesehatan Daerah. Pemegang kartu ini berhak untuk dirawat minimal di ruang rawat inap kelas tiga secara gratis tanpa memerlukan surat keterangan miskin (SKTM).

5. Reformasi pelayanan kelurahan, RT dan RW;
Menurut Jokowi-Ahok, tiga institusi ini ujung tombak pelayanan pada masyarakat. Mereka paling tahu dengan masyarakat, sehingga personelnya harus kuat, transparan dan melayani.

6. Honor Ketua RT/ RW Rp1 juta/ bulan dan asuransi kesehatan;
Program reformasi pelayanan RT dan RW ini berurutan dengan peningkatan honor untuk pengurus RT dan RW yang disertai pemberian asuransi kesehatan.

7. Transparansi rekrutmen calon pegawai negeri sipil:
“Kami tidak mau lagi tes CPNS yang tidak transparan. Jadi kalau tidak lulus ya memang tidak bisa dimasukkan,” kata Ahok.

8. Jokowi-Ahok tidak pakai voijrider atau pengawal bermotor di jalanan Ibukota;

9. Jokowi menyatakan, hanya satu jam di kantor, selebihnya di lapangan;

10. Mencabut pentungan dan alat kekerasan dari Polisi Pamong Praja;

11. Busway jadi 15 koridor dan penambahan 1.000 armada TransJakarta;

12. Manajemen dan sistem busway diperbaiki, belajar dari Bogota;

13. Railbus gantikan busway di jalur padat;

14. Angkutan kota yang kecil diganti yang besar dengan perbaikan sistem;

15. Perbanyak fly over dan terowongan menyeberang rel;

16. Melanjutkan proyek mass-rapid transit (MRT) dan monorel, menolak proyek tol dalam kota;

17. Iklan billboard di jalan protokol diganti light emitted display sehingga lebih mendatangkan penghasilan bagi pemerintah;

18. Rumah deret gantikan rumah kumuh di bantaran kali;

19. Rumah susun sewa lima lantai yang murah di pusat-pusat kota;

20. Pembangunan tanggul dan pompa air di Muara Baru dan Muara Angke, Jakarta Utara, untuk menghindari banjir dan rob;

21. Perbanyak situ/ embung di selatan Jakarta;

22. Konservasi hulu sungai di Bogor, kerjasama dengan pemerintah setempat;

23. Melanjutkan Kanal Banjir Timur;

24. Membenahi kampung-kampung dengan perbanyak ruang terbuka hijau, pengerukan kali kecil, perbaikan drainase, dan septic tank komunal;

25. Percobaan pawang geni, sistem pemadam kebakaran sederhana di perumahan padat;
“Ini dicoba dulu, nanti komentar dari masyarakat seperti apa, koreksi dari masyarakat seperti apa. Kalau memang itu dianggap berguna, dipakai. Kalau tidak, ya sudah,” kata Jokowi.

26. Revitalisasi pasar tradisional, 15% APBD untuk pasar tradisional;
Hal ini diungkapkan Jokowi dalam Debat Kandidat 14 September 2012.

27. Melegalkan tanah-tanah yang dihuni penduduk di Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara;

28. Sekolah unggulan diadakan di pinggiran ibukota;

29. Menjadikan kantor walikota sebagai pusat kebudayaan;

30. Tiap Kamis, PNS Pemerintah Provinsi Jakarta wajib berpakaian Betawi; dan

31. Membangun stadion untuk klub Persija.
Ini disampaikan Jokowi kepada Jakmania usai pertandingan Persija Jakarta melawan Persela Lamongan di Liga Super Indonesia di Stadion Manahan, Solo, Rabu, 2 Mei 2012.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s