Janji Jokowi – Ahok Gubernur Jakarta 2012 – 2017

Standar

Janji yang dilontarkan Jokowi-Ahok pada masa kampanye lalu. Berikut rinciannya:

1. Memimpin Jakarta selama lima tahun.
Pernyataan ini disampaikan Jokowi dalam jumpa pers di kediaman Megawati Soekarnoputri 20 September 2012.

2. Membuka jelur komunikasi langsung via telepon, SMS dan e-mail;
Ini adalah janji pribadi Wakil Gubernur Basuki “Ahok” Purnama. Setiap kali menemui warga Jakarta, Ahok selalu membagi-bagi kartu namanya. Di situ tertera nomor Ahok yang bisa di-SMS atau telepon adalah 0811-944-728, termasuk alamat e-mail: btp@ahok.org.

3. Kartu pintar.
Kartu pintar ini termasuk program 100 hari Jokowi-Ahok. Tujuannya adalah, memberikan kesempatan setiap anak usia sekolah di Jakarta untuk bisa melanjutkan sekolah. “Kami tidak lagi mau mendengar anak orang yang kurang beruntung tidak bisa sekolah,” kata Ahok. Selengkapnya baca di sini

Pada masa kampanye, Jokowi juga mengaku sudah memiliki jurus jitu untuk menyelesaikan masalah di kota metropolitan ini. Apa saja programnya:

Penataan kota
Melakukan intervensi sosial untuk merevitalisasi pemukiman padat dan kumuh, tetapi meniadakan penggusuran. Pembangunan super blok untuk masyarakat kelas menengah ke bawah. Ini berupa one stop living yang terdiri dari hunian vertikal (rumah susun), ruang publik berupa taman, pasar, dan pusat layanan kesehatan.

Banjir
Pembangunan folder untuk menangkap dan menampung air hujan di setiap kecamatan dan kelurahan. Membeli daerah tangkapan air seperti situ atau waduk di hulu sungai agar debit air yang masuk ke Jakarta bisa dikendalikan.

Bekerja sama dengan pemerintahan di sekitar Jakarta untuk membuat sebuah otoritas yang mengatur dan mengelola
sungai-sungai yang bermuara di Jakarta. Kemudian mengintegrasikan seluruh saluran drainase agar terkoneksi dengan kanal-kanal pembuangan air.

Transportasi
Akan bekerja sama dengan pemerintah sekitar Jakarta untuk membuat otoritas pelayanan transportasi Jabodetabek agar persoalan mobilitas warga bisa ditangani oleh badan yang memiliki otoritas lintas daerah. Mengganti sebagian besar busway menjadi railbus sehingga kapasitasnya dalam mengangkut penumpang jauh lebih besar.

Jokowi juga berniat memperbanyak armada angkutan umum, terutama busway di koridor-koridor yang tetap dipertahankan sebagai jalur busway. Mengganti kendaraan umum seperti metromini, kopaja, dan bus dengan kendaraan yang jauh lebih layak agar warga merasa nyaman untuk menggunakan kendaraan umum.

Selain itu, Jokowi-Ahok juga berkeinginan untuk menuntaskan pembangunan monorail yang kini mangkrak. Melengkapi penyediaan transportasi massal dengan pembatasan penggunaan kendaraan pribadi melalui sistem Electronic Road Pricing (ERP), sewa parkir yang tinggi, pengaturan kendaraan berdasarkan nomor polisi genap-ganjil, dan pengaturan jam kerja.

Pelayanan publik

Jokowi juga berani menyatakan akan melaksanakan reformasi birokrasi agar tata kelola perusahaannya menjadi berjalan bersih, transparan, dan profesional. Mempercepat dan memperpendek waktu pengurusan izin, waktu pengurusan izin paling lama hanya sampai enam hari kerja. Meniadakan pentungan dan perlengkapan yang memungkinkan Polisi Pamong Praja melakukan kekerasan terhadap warga.

Jokowi-Ahok berkomitmen untuk tidak menggunakan voorrijder sehingga bisa merasakan keadaan yang sesungguhnya sedang dialami warga. Mereka juga hanya akan berada di kantor selama 1 jam saja, dan sisanya meninjau proses pembangunan dan pelayanan publik di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s