UKM Produktifitas Tinggi

Standar

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar memberi penghargaan Kualitas dan Produktivitas Paramakarya kepada 14 usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Penghargaan untuk 14 UMKM itu terdiri dari tujuh penghargaan kepada perusahaan kecil dan tujuh perusahaan menengah terbaik.

“Pemberian penghargaan adalah sebagai upaya untuk lebih memasyarakatkan konsep kualitas dan produktivitas sekaligus memberikan pengakuan kepada perusahaan yang telah berhasil menerapkan konsep kualitas dan produktivitas dengan baik,” kata Menakertrans Muhaimin Iskandar, di kantor Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, di Jakarta, Senin (3/12/2012).

Ketujuh Perusahaan Kecil yang mendapatkan penghargaan untuk 2012 ini adalah CV Sispra Jaya Logam (suku cadang) dari Provinsi Riau; Baruasa (kue) dari Provinsi Sulawesi Tenggara; Limbah Jaya Mambiri (industri tekstil) dari Provinsi Lampung; GM ART (Industri kerajinan dari bahan kelapa) dari Provinsi Sulawesi Utara; Salama Nusantara (industri obat) dari Provinsi DI Yogyakarta; Batik Hafsah (Bahan baju dan kain sarung) dari Provinsi Jambi dan Surya Indigo (Kain selendang) dari Provinsi Bali.

Sedangkan untuk kategori perusahaan menengah yang mendapatkan penghargaan adalah Zainal Songket (Kerajinan Songket) dari Provinsi Sumatera Selatan; CV Mubarok Food (Makanan jenang, dodol) dari Provinsi Jawa Tengah; PT Lestari Dini Unggul (Garmen) dari Provinsi DKI Jakarta; CV Kajeye Food (lndustri makanan) dari Provinsi Jawa Timur; La Mentique by Pasha (industri batik) dari Provinsi Bengkulu; CV Srikandi (bordir) dari Provinsi Sumatera Utara, dan Borneo Lentera Prima (industri keramik) dari Provinsi Kalimantan Barat.

“Perusahaan ini perlu ditonjolkan, karena mereka diharapkan dapat menjadi panutan didalam penerapan konsep tersebut bagi perusahaan-perusahaan lain,” ujarnya.

Muhaimin mengatakan dalam menghadapi persaingan global, setiap negara yang ingin menang harus memiliki kemampuan menciptakan nilai tambah yang merupakan keunggulan kompetitif di mana kemampuan menciptakan nilai tambah sangat dipengaruhi oleh efisiensi, efektifitas dan peningkatan kualitas.

“Menggalakkan pengelolaan kualitas dan produktivitas perlu dijadikan suatu upaya nasional yang menjangkau semua kegiatan produktif di seluruh Indonesia. Harus diperbanyak perusahaan-perusahaan yang sadar akan makna dan menerapkan prinsip-prinsip produktivitas dan peningkatan kualitas karya serta kerja produktif dengan baik,” harapnya.

Muhaimin menambahkan bekerja berkualitas dan produktif akan menjadi persyaratan yang perlu dipenuhi oleh dunia usaha agar ia dapat tetap kompetitif dan berkembang dengan langgeng. Peningkatan produktivitas dan daya saing merupakan upaya yang perlu dilakukan secara terus-menerus, baik di tingkat pusat maupun daerah pada skala makro rnaupun skala mikro.

“Upaya-upaya tersebut perlu terus digali dan dikembangkan, baik yang terkait dengan perbaikan sistem birokrasi, manajemen, pengembangan rekayasa, inovasi teknologi, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), pengembangan kewirausahaan dan budaya produktif,” paparnya.

Selain penghargaan kualitas dan produktivitas Paramakarya kepada Perusahaan Kecil dan Menengah yang diserahkan oleh Menakertrans, juga diberikan penghargaan Siddhakarya yang diartikan sebagai Karya Prima atau merupakan penghargaan kualitas dan produktivitas tertinggi di tingkat provinsi dan diserahkan oleh Gubernur ditingkat provinsi. (Iman Rosidi/Sindoradio) (ade)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s